Chapter 2 : Angthong National Marine Park


Mu Ko Angthong atau yang sering disebut Angthong National Marine Park merupakan salah satu taman nasional yang dimiliki oleh Thailand yang terletak di Provinsi Surat Thani. Para Traveller bisa mengunjungi tempat ini dari Koh Samui, Koh Tao maupun Koh Phangan. Banyak travel agent yang menyediakan one day trip ke Angthong. Harga yang diberikan sekitar 1000-2500 Baht. Namun saya dan teman-teman mendapatkan harga yang lebih murah yaitu 800Baht/orang (tanpa kayaking). Para traveler harus pandai-pandai menawar untuk mendapatkan harga semurah mungkin. Saya dan teman-teman memulai trip dari Koh Samui karena kami menginap di Pulau tersebut. Saya akan menceritakan tentang Koh Samui dan bagaimana transportasi ke Pulau tersebut di Blog saya berikutnya.

Pukul 6 pagi, mobil travel telah menunggu kami didepan hotel. Mobil tersebut akan mengantar jemput para peserta yang mengikuti trip ini. Para peserta tidak perlu khawatir untuk membawa bekal makanan karna pihak travel telah menyediakan makanan untuk sarapan, cemilan dan juga makan siang. Kami tiba di Nathon Pier pada pukul 7. Disini kami bertemu dengan semua peserta yang akan mengikuti trip ke Angthong. Kebanyakan dari mereka adalah turis dari Amerika dan Eropa. Hanya kami peserta dari Indonesia.

Beberapa peserta yang mengikuti trip


Perjalanan dari Nathon Pier ke Angthong memakan waktu hampir 2 jam. Kami menghabiskan waktu dengan berfoto-foto dan menyantap makanan yang telah disediakan oleh pihak travel. 

Wefie on the boat


Bersama para peserta trip

Destinasi pertama adalah Mu Ko Angthong, Pulau dengan pasir putih yang sangat lembut. Kapal yang kami tumpangi tidak bisa berhenti di pinggir pantai. Oleh karena itu, para peserta akan berganti dengan perahu kayu milik nelayan setempat.  Para peserta bisa menikmati keindahan gugusan-gugusan Pulau di Angthong National Marine Park dengan mendaki bukit. Ada beberapa view point untuk menikmati pemandangan. Untuk mencapai titik paling atas, kami harus mendaki sejauh 600 meter ditambah climbing 100 meter dengan jalur batu-batuan yang sangat terjal dan hanya ada satu tali pengaman yang digunakan bersama-sama.

Saya sangat ragu untuk bisa mencapai titik paling atas. Karna setelah melihat jalur batu-batuan yang sangat terjal dan susah, nyali saya menjadi kendor. Ini adalah pengalaman pertama saya climbing dan saya tidak ada persiapan sama sekali sebelumnya. Namun setelah melihat teman-teman saya berhasil sampai diatas, saya termovasi. Hati kecil saya berkata kalau saya harus sampai dititik paling atas karna saya sudah datang jauh-jauh ke tempat ini. Akhirnya saya memberanikan diri untuk menaiki batu-batu tersebut. Dengan banyak doa dan sangat berhati-hati ketika menaiki batuan, saya sampai juga di titik paling atas. Semua rasa takut hilang ketika melihat pemandangan yang sangat indah. Dari titik paling atas ini, saya bisa melihat gugusan pulau-pulau yang mirip dengan Raja Ampat.

Perahu kayu yang akan membawa para peserta

Menuju Mu Ko Angthong
Welcome to Angthong National Marine Park
Jalanan batu terjal untuk menuju titik paling atas (diambil ketika sampai diatas, karna dibawah gag kepikiran buat foto)
Finally Top View!!

Wefie on the top

   Setelah puas berfoto-foto diatas, kami bersiap turun dan kembali ke kapal. Destinasi kedua yaitu Koh Mae Koh. Kami tidak turun di tempat ini, karna yang turun hanyalah peserta yang mengikuti kegiatan kayaking. Disini kami menyantap hidangan makan siang yang telah disajikan oleh pihak travel sambil menunggu para peserta kayaking kembali.

Destinasi berikutnya yaitu Emerald Lake atau yang biasa disebut warga local “Talay Nai”. Tempat ini merupakan danau berwarna hijau yang dikelilingi oleh dinding batu kapur karst besar dan dedaunan hijau yang subur. Danau ini merupakan danau air asin. Untuk mencapai tempat ini, kami harus naik beberapa tangga terlebih dahulu. Namun jalurnya tidak se-ekstrim jalur sebelumnya. Disini juga terdapat beberapa spot untuk berfoto. Namun saya dan teman-teman hanya sampai di spot yang pertama. Karna tenaga kami sudah terkuras di destinasi sebelumnya.

Tangga menuju Emerald Lake
Wefie on the top of Emerald Lake
Emerald Lake merupakan destinasi terakhir. Sebenarnya kami diberi waktu oleh pihak travel untuk snorkeling di Pulau ini. Namun karna kondisi badan yang lelah, akhirnya beberapa dari kami memutuskan untuk beristirahat. Setelah semua peserta berkumpul, kapal kami bergegas kembali ke Nathon Pier. Itu artinya trip kami ke Angthong telah berakhir dan kami akan kembali ke hostel.






Chapter 1 (Part 7) : Perjuangan untuk bertemu Doraemon di Kuala Lumpur


Pagi itu kami telah siap dengan ransel kami untuk menuju kota berikutnya. Tujuan kami adalah Kuala Lumpur. Mr. Shahrudin mengantar kami sampai ke terminal bus di Penang. Harga tiket bus dari Penang ke KL adalah 35RM. Namun kami tidak perlu membayar tiket tersebut karna beliau telah membelikan tiket itu untuk kami berdua. Kami sangat beruntung bertemu dengan Mr. Shahrudin, beliau benar2 menjamu kami dari awal kami sampai hingga meninggalkan Penang.

Perjalanan dari Penang ke KL kurang lebih 4 jam. Selama perjalanan itu, bus akan berhenti selama 20menit di suatu rest area. Disana kita bisa membeli makanan kecil atau sekedar ke toilet. 

Pemandangan sewaktu perjalanan dari Penang ke KL
Bus yang kami naiki akan berhenti di Terminal Puduraya. Setelah sampai di terminal, kami langsung menuju ke Petaling Street atau biasa disebut chinatown. Disanalah hostel kami berada. Saya memesan hostel didaerah itu karna lokasinya yang strategis yaitu berdekatan dengan Central market, dataran merdeka dan juga MRT Pasar Seni. Hostel yang saya pesan bernama Fernloft Hostel. Saya memesan dormitory room dengan harga 92ribu permalam jika dirupiahin. Harga yang relatif murah untuk ukuran hostel di KL. Disana kami mendapatkan loker yang bisa digunakan untuk menyimpan ransel kami. 

 Dormitory Room di Fernloft Hostel
Setelah istirahat sebentar di hostel, kami mencari makan siang terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Dataran Merdeka dan Doraemon Gadget Expo. Ow yaaa kebetulan waktu saya traveling ke KL, disana lagi ada event Doraemon Gadget Expo. Waktu itu event tersebut merupakan event pertama kalinya yang diselenggarakan di Asea Tenggara. Namun baru-baru ini di Jakarta diadakan juga event yang sama seperti itu. 

Dataran Merdeka
Lapangan ini berada di depan Bangunan Sultan Abdul Samad. Bagi penikmat bangunan2 bersejarah, tempat ini sangatlah cocok untuk dikunjungi. Kita bisa sekalian berkunjung ke Masjid Jamek dan Kuala Lumpur City Galery, karna tempat-tempat ini berdekatan satu sama lain. 

Dataran Merdeka
Berfoto didepan KL City Gallery
Doraemon Secret Gadget Expo
Tujuan kami berikutnya adalah Doraemon Secret Gadget Expo yang terletak di Viva Mall. Sebelumnya kami bertanya kepada petugas yang ada di KL City Gallery dimana letak viva mall, kata mbak-mbaknya tempatnya gag terlalu jauh. Yaudah kami memutuskan untuk berjalan kaki dengan panduan peta yang kami punya. Setelah berjalan lumayan jauh, bangunan mall tersebut belum tampak juga. Kami bertanya lagi kepada orang-orang disekitar situ. Katanya sih sedikit lagi sampai. Okk, kami lanjutkan jalan kaki. Namun mall tersebut masih belum tampak. Sampai setengah jam berikutnya kami melihat bangunan kaca yang menjulang tinggi, dan itulah viva mall. Jaraknya sangatlah jauh jika kita berjalan kaki, dan sebaiknya kita menggunakan kereta untuk menuju kesana karena mall tersebut berdekatan dengan stasiun kereta. 

Tiket masuk ke Doraemon Secret Gadget Expo adalah 25RM. Setelah membayar tiket masuk, kami langsung mengeksplore tempat tersebut dan tidak lupa berfoto dengan doraemon dan teman-temannya. 

Doraemon dan gadgetnya
Pintu kemana saja
Bersama dengan Giant
Puas berkeliling disana, kami kemudian kembali ke hotel dengan menggunakan kereta. Kereta kami berhenti di stasiun Pasar Seni, kami cukup berjalan kaki dari stasiun ke hotel karena letaknya tidak terlalu jauh. Pada malam harinya kami makan malam disekitar centar market dan dilanjutkan dengan membeli oleh-oleh disana. 


Pengeluaran hari keenam : 
Hotel fernloft 25RM
Makan siang 7.5RM
Doraemon Secret Gadget Expo 25RM
Train ke masjid jamek 1.4RM
Makan malem 11.30RM
Beli oleh2 17.5RM

Total 87.7 RM = Rp 324.490,00


Chapter 1 (Part 8) : Hampir ketinggalan pesawat di LCCT


Hari ini adalah hari terakhir perjalanan kami. Kami akan segera bertemu lagi dengan Jakarta, kota yang semrawut hehehe 😝😝. Hari itu kami sudah mempacking semua barang2 kami dan siap untuk pulang. Sebelum berangkat ke bandara, kami menyempatkan untuk mengunjungi Batu Cave dan Twin Tower terlebih dahulu. Kami sudah mengestimasi berapa waktu yang akan kami butuhkan untuk ke tempat tersebut.

Tujuan pertama adalah Batu Cave, kami menaruh di paling awal karna letaknya yang sangat jauh dari pusat kota. Ow ya, sebelumnya kami menitipkan ransel di hotel. Perjalanan dimulai dari stasiun KL Central. Disana kami mencari commuter line ke arah Batu Cave. Commuter ini tiba setiap setengah jam sekali. Stasiun Batu Cave adalah pemberhentian paling terakhir, yang paling menyebalkan adalah commuternya berjalan sangat lamban dibanding MRT yang saya naiki sebelumnya. Sehingga setibanya kami di Batu Cave, kami hanya sempat berfoto didepan saja, kami tidak punya waktu untuk masuk kedalam gua. Karna kami masih harus berkunjung ke Twin Tower. 

Batu Cave (1)
Batu Cave (2)
Selesei berfoto dengan latar belakang patung-patung yang ada di Batu Cave, kami bergegas menuju commuter line untuk menuju KL Central terlebih dahulu kemudian berganti dengan MRT untuk menuju KLCC. Di KLCC ini, selain terdapat gedung petronas juga terdapat sebuah mall yaitu Suriah KLCC. Hari itu mungkin bukan hari keberuntungan kami. Kami tidak mendapatkan foto yang bagus bersama dengan twin tower. Karna keadaan cuaca yang tidak bagus pada waktu itu, sehingga beberapa bagian dari twin tower tertutup oleh kabut. 

Twin Tower (1)
Twin Tower (2)
Selesei berfoto-foto, kami balik ke hotel terlebih dahulu sebelum berangkat ke LCCT. Ow ya, waktu kami kesana Air Asia masih landing di LCCT. Dan sekarang sudah pindah ke KLIA2. Ada kejadian konyol sewaktu kami tiba di bandara. Jadi setelah check in, kami tidak langsung menuju ke arah tempat imigrasi. Kami terlena dengan wifii yang tersedia di bandara, kami upload foto2 di medsos. Setiba waktu boarding, kami langsung menuju Imigrasi. Dan ternyata imigrasinya sangat lama diantrian dan pemeriksaannya. Nama kamipun akhirnya dipanggil lewat pengeras suara oleh pihak Tiger Air. Selesei melewati imigrasi, kami berlarian menuju ke pesawat. Dan kami adalah penumpang yang naik paling terakhir, penumpang yang lainnyapun melihati kami karna kursi kami terletak paling belakang. Jadi buat pelajaran berikutnya, ketika sampai di bandara kita sebaiknya langsung menuju ke imigrasi setelah melakukan check in. Karna kita tidak akan tahu di imigrasi tersebut akan memakan waktu yang lama atau tidak ketika proses pengecheckan. 

Pesawat kami transit di Singapore terlebih dahulu selama 3 jam sebelum berangkat lagi ke Jakarta. Di bandara kami sempatkan makan malam dan mencoba kursi pijat gratis 😄😄. 

Pijat gratis di Changi
Pengeluaran hari ke-7 : 
Trein KL SENTRAL 1RM
Komuter batu cave pp 4RM
Minum 2.5RM
Trein KLCC 1.6RM
Trein pasar seni 1.6RM
Trein pasar seni KL SENTRAL 1RM
Trein bandara LCCT 12.5RM
Makan di LCCT 24 RM

Total 48.2RM x 3700 = Rp 178.340,00

Chapter 1 (Part 5) : Hoping Island in Koh Phi-Phi

One Day Trip to Phi-Phi Island,

Pagi yang sangat cerah di Kota Krabi. 
Pagi itu kami check out terlebih dahulu dan menitipkan ransel kami di lobby hotel sebelum berangkat ke Phi-Phi Island. Kami bakal pindah ke Pak Up Hostel untuk malam kedua di Krabi. Sekitar jam 8 pagi, kami menunggu jemputan tour yang akan membawa kami ke Pantai Ao Nang terlebih dahulu. Disitu kami akan berkumpul dengan peserta lainnya. 

Setelah semua peserta berkumpul, kami langsung dibawa ke kapal yang akan membawa kami keliling pulau. Tempat pertama yang akan kami kunjungi adalah Bamboo Island. Sebuah pulau berpasir putih dengan keindahan laut yang sangat menawan. 

Bamboo Island
Setelah puas berfoto-foto di Bamboo Island, di tour berikutnya kami akan melihat Viking Cave, sebuah goa dimana banyak terdapat kelelawar berkumpul dan juga coretan-coretan kuno yang ada di dinding goa tersebut. 

Viking Cave
Disitu kami tidak diperkenankan untuk turun dan mendekati goa tersebut. Kami hanya bisa mengambil foto goa itu dari kapal. Perjalanan lalu dilanjutkan ke Lohsamah Bay. Ditempat ini kami diberi kesempatan untuk snorkeling. Kami dibekali life vest beserta dengan snorkel gear. 

Snorkeling in Lohsamah Bay
Setelah puas snorkeling, tour guide kami mengeluarkan beberapa buah dan minuman untuk para peserta. Kami bisa menikmati hidangan tersebut sambil menunggu seluruh peserta naik ke kapal. Tujuan berikutnya adalah tempat yang ditunggu-tunggu oleh beberapa peserta yaitu Maya Bay. Mengapa demilkian? Karna tempat ini adalah tempat dimana diambilnya beberapa adegan Leonardo Dicaprio di Film "The Beach". Tempat ini memang sangatlah indah. Kita bisa berfoto dengan background batuan karst yang menjulang tinggi. 

Maya Beach
Maya Beach
Tempat snorkeling berikutnya yang akan kami kunjungi adalah Hin Klang. Disini kami memutuskan untuk tidak mengambil foto dan lebih fokus untuk snorkeling. Karna kami sudah mengambil banyak foto ditempat snorkeling yang pertama. Heheheee.. 

Tempat terakhir yang akan kami kunjungi adalah Phi-Phi Don. Ditempat ini seluruh peserta diperkenankan untuk menikmati hidangan makan siang yang telah diberikan oleh pihak tour. Kami akan mengisi lagi tenaga kami yang telah terkuras setelah snorkeling dan keliling pulau. 

Phi-Phi Don
 Menu Makan Siang
Tak terasa kegiatan kami hari ini akan segera berakhir. Seluruh peserta diantar ke hotel masing-masing. Setelah sampai di hotel, kami langsung mengambil ransel kami yang ada di lobby dan segera mencari hotel kedua kami. Malam kedua di Krabi, kami akan menginap di Pak-Up hostel. Disitu kami memesan dormitory room dimana terdapat 10 orang disetiap kamar. Saya sangat senang karna disana saya bertemu dengan teman-teman baru dari beberapa negara. Saya sempat bertukar cerita dengan traveler cewek dari Brazil. Kami menceritakan tentang perjalanan kami sewaktu di Thailand, dan dia kaget ketika mendengar bahwa saya hanya bertraveling selama satu minggu untuk mengelilingi Thailand dan Malaysia. Sedangkan dia bertraveling selama 6 bulan untuk mengelilingi Asia Tenggara. Saya sangat envy dengannya. Karna saya tidak mungkin cuti selama itu, bisa-bisa saya dipecat dari kantor. Heheheee.. 

Pak-Up Hostel
Malam itu saya menghubungi teman saya yang ada di Malaysia. Karna besoknya dia akan menjemput saya di perbatasan Malaysia dan Thailand. Dia akan mengantar saya dan Anwar untuk keliling Penang, hal yang tidak pernah saya duga sebelumnya. Karna saya pikir saya cuma berkunjung kerumahnya yang ada didaerah Kuala Perlis. Namun ternyata dia menawarkan untuk mengunjungi Penang. Saya sangat senang ketika dia menyebutkan kota Penang. Tambah satu lagi deh kota yang saya kunjungi. 😄😄

Pengeluaran Hari Keempat : 
Pak up hostel 280bht
Tiket hatyai 300bht
Makan 50bht
Jus 20bht
Oleh2 89bht
Total : 739 Baht x 370 = Rp 273.430,00


Chapter 1 (Part 6) : Dari Krabi ke Penang



Hari ini kami akan meninggalkan Thailand. Kami akan bertolak ke Malaysia dengan menggunakan jalur darat. Sebelumnya kami telah membeli tiket MiniVan yang akan membawa kami ke Hatyai terlebih dahulu. Tiketnya seharga 300Baht.

Jam 9 pagi MiniVan yang akan membawa kami telah menunggu didepan hotel. Kami sudah siap dengan beberapa bawaan kami. Perjalanan ke Hatyai akan memakan waktu kurang lebih 2 jam. MiniVan akan berhenti terlebih dahulu di suatu rest area, dimana kami bisa membeli makanan atau sekedar ke toilet. Sepanjang perjalanan ke Hatyai, kami bisa melihat hamparan sawah dan beberapa perkebunan sawit. Disinilah terlihat perbedaan yang sangat jauh antara Bangkok dan Hatyai. 

Setelah perjalanan hampir 2 jam, sampailah kami di terminal bus Hatyai. Disini kami akan berganti dengan MiniVan lain yang akan membawa kami ke perbatasan Thailand dan Malaysia. Kami mengalami banyak kesulitan ketika akan memesan MiniVan. Karna hampir semua orang disini tidak bisa berbahasa Inggris dan mereka bingung dengan apa yang saya tanyakan. Akhirnya saya bertanya kepada biksu yang kebetulan ada disana.  Saya menanyakan MiniVan nomer berapa yang akan membawa saya ke Border. Setelah selesei membeli tiket, kami menunggu lumayan lama disitu. Karna MiniVan kami tak kunjung datang. Disitu saya mulai resah, saya janji kepada Mr.Shahrudin (teman saya yang telah menunggu di Border Malaysia). Saya sebelumnya bilang kalau saya akan sampai di border Malaysia jam 1 siang. Saya merasa tidak enak kalo dia harus menunggu terlalu lama. 

Terminal Bus di Hatyai, Thailand
Setengah jam kemudian, MiniVan kami datang. Kami langsung bergegas masuk kedalam MiniVan tersebut. Dan ternyata MiniVannya tidak sebagus MiniVan kami sebelumnya. AC di MiniVan ini tidak terlalu dingin, sedangkan suhu udara di Hatyai waktu itu sangatlah panas. Keringat sayapun bercucuran sepanjang perjalanan. 

Waktu yang ditempuh dari Terminal Hatyai ke Border Malaysia dan Thailand ternyata sama dengan Krabi ke Hatyai, yaitu kurang lebih 2 jam. Sang sopir akan menurunkan kami di Border Thailand. Disitu kami harus berjalan kaki dari Border Thailand ke Border Malaysia. Setelah sampai disana, kami terlebih dahulu mengecap passpor untuk meninggalkan Thailand. Setelah itu, kami harus jalan kaki kurang lebih 1km untuk menuju Border Malaysia. 

Border Thailand
Perbatasan antara Thailand dan Malaysia   
Setelah semua urusan di Imigrasi Malaysia selesai, saya bergegas menelphon Mr.Shahrudin. Ternyata dia sudah menunggu di pintu keluar dengan mobilnya. Setelah bertemu dengannya, dia langsung mengajak kami makan siang terlebih dahulu. Dia memperkenalkan kepada kami Nasi Kandar, salah satu makanan khas Negri Melayu. Makanannya terasa sangat nikmat, mungkin karna kami kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang. Heheheee.. 

Selesei makan, kami melanjutkan perjalanan menuju Penang. Kami melewati sebuah jembatan sepanjang 13.500m bernama Penang Bridge. Jembatan itu menghubungkan daratan Malaysia dan Pulau Penang. Disitu kami menyempatkan foto disepanjang jembatan. Sebenarnya sih tidak boleh, karna mobil tidak diperkenankan berhenti disepanjang jembatan kecuali ada sesuatu yang benar-benar urgent. Jangan ditiru yaa perbuatan kami. 

 At Penang Bridge
Mr.Shahrudin mengajak kami mengunjungi Fort Cornwallis. Sebuah benteng peninggalan Bangsa Inggris. Benteng ini terletak di sisi pantai. Sehingga kami bisa melihat pemandangan yang bagus disore hari. Dari benteng ini, kami bisa melihat sebuah jam yang mirip dengan Jam Gadang. Jam itu bernama Queen Victoria Memorial Clock Tower.

Bersama dengan Mr.Shahrudin
Di dalam Fort Cornwallis
Meriam peninggalan Bangsa Inggris
Queen Victoria Memorial Clock Tower
Puas berfoto-foto di area Fort Cornwallis, kami lalu melanjutkan perjalanan dengan mengelilingi Esplanade Road. Jalanan yang masih berada di sekitar benteng. Disini kami bisa melihat beberapa aktivitas yang dilakukan oleh warga di sore hari. 

Salah satu monumen di Esplanade Road
At Jalan Padang Kota Lama
Jajanan di Penang
Hari itu kami benar-benar sangat beruntung. Selain mengantar kami jalan-jalan keliling Penang, Mr.Shahrudin juga membiayai semua kebutuhan kami saat traveling di Penang. Dari mulai makan, biaya masuk tempat wisata, sampai tiket bus yang akan membawa kami besok ke Kuala Lumpur. Begitu beruntungnya kami saat itu. :D

Setelah jalan-jalan disekitar Esplanade Road, Mr.Shahrudin membawa kami ke suatu bangunan Cina kuno. Saya lupa nama bangunan itu. Disitu kami hanya berfoto didepan bangunan tersebut, karna waktu itu sudah tutup. 

Salah satu bangunan di Penang
Kondisi jalanan di Penang
Hari semakin sore, Mr.Shahrudin kemudian mengajak kami untuk beristirahat di apartemennya. Meskipun belum tuntas untuk mengelilingi Pulau Penang, kami tetap bersyukur karna berkat Mr.Shahrudin kami bisa datang ke tempat ini. 

Perjalanan pulang saat itu, kami tidak melewati lagi Penang Bridge. Mr.Shahrudin memilih untuk menggunakan Kapal Ferry untuk menyebrang. Mungkin dia ingin kami merasakan sensasi yang berbeda. Dan memang di dalam perjalanan dengan menggunakan kapal, kami bisa lebih melihat pemandangan sore hari yang sangat indah. 

 Pemandangan dari kapal
Sesampai di tempat Mr.shahrudin, kami ditunjukkan kamar anak-anaknya untuk tempat kami istirahat. Kebetulan keluarga Mr.Shahrudin berada di Kuala Perlis. Sehingga apartemen itu kosong dan kami bisa memakai kamar anak-anaknya. Apartemen Mr.Shahrudin terletak jauh dengan keramaian kota, dan akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat saja di malam itu. 

Salah satu kamar anak Mr.Shahrudin
Pemandangan dari atas apartemen
Pengeluaran Hari Ke-5 : 
Minum 12bht
Roti 45bht
Toilet 2bht
Minivan hatyai border 57bht
Total 116bht x 370 = Rp 42.920,00 

NB : Pengeluaran tersebut ketika kami berada di Thailand. Kami tidak mengeluarkan uang sama sekali ketika berada di Penang. 

Chapter 1 (Part 4) : Bertemu Tom Cruise di Bangkok



Pesawat kami ke Krabi akan berangkat pada pukul 18.00, sehingga hari itu  kami mempuyai kesempatan untuk berbelanja lagi di MBK. Sebelum ke MBK, kami sempatkan terlebih dahulu untuk mengunjungi Madame Tussauds yang berlokasi di Siam. Kami hanya berfoto dengan salah satu patung lilin di depan pintu masuk. Kami memutuskan untuk tidak masuk, karena tiket yang ditawarkan lumayan mahal jika membeli langsung di tempat, yaitu 800 Baht. Ada baiknya membeli Early Bird Ticket jika ingin berkunjung ke museum ini. Karena kita bisa mendapatkan diskon 40%, lumayan kan sisanya bisa dibuat belanja oleh-oleh di MBK.

In Madame Tussauds Bangkok
Setelah mengunjungi Madame Tussauds, kami langsung beranjak ke MBK. Lokasi MBK dan Siam sangatlah dekat. Kita bisa mencapainya dengan berjalan kaki. Disana kami mencari apa yang belum kami dapatkan semalam. Anwar dengan cepat mendapatkan apa yang dia inginkan. Sedangkan saya masih bingung mau beli apa untuk Ibu saya. Kami berputar-putar disekeliling tempat itu. Dan akhirnya saya mendapatkan sebuah tas dengan harga yang lumayan murah. Sayapun menyempatkan untuk berfoto dengan sang penjual tas tersebut. 

Bersama dengan salah seorang pedagang di MBK
Barang-barang yang kami caripun sudah kami dapatkan. Itu artinya kami harus segera ke bandara untuk melanjutkan perjalanan ke Krabi. Kami menaiki sebuah kereta dengan tujuan Mochit. Stasiun Mochit adalah sebuah stasiun yang letaknya berdekatan dengan Catuchak Weekend Market, yaitu sebuah pasar besar di Bangkok yang hanya buka dikala weekend. Kami tidak sempat mengunjungi pasar itu, karena kami datang tidak disaat weekend. Setelah sampai di Mochit, kami harus melanjutkan lagi dengan menggunakan bus yang nantinya berhenti di Don Mueang International Airport.

At Don Mueang International Airport
Sesampainya di Don Mueang, kami langsung check in dan segera mencari tempat untuk makan siang. Harga makanan disana sangatlah mahal. Kami memutuskan untuk membeli nasi kotak di sevel dengan harga 42 Baht. Di bandara ini, kami tidak bisa menikmati wifii selayaknya di Suvarnabhumi Airport. Sehingga kami hanya tiduran sambil menunggu waktu boarding.

Pukul 19.25 kami sampai di Krabi International Airport. Kami memesan sebuah bus yang akan mengantarkan kami ke Hotel di dekat pintu kedatangan. Setelah bus penuh dengan penumpang, sang sopir segera mengemudikan kendaraannya. Krabi merupakan kota yang sangat sepi. Sangat berbeda dengan Bangkok dikala malam. Hamparan sawah dan pepohonanlah yang saya lihat di perjalanan. Sampai di tengah kota, bus tersebut berhenti di pangkalannya. Semua penumpangpun turun. Bus itu akan berganti dengan sebuah bus yang lebih kecil agar bisa masuk ke tengah-tengah kota. 

Kami mendapat giliran paling akhir untuk sampai ke hotel. Mungkin karena hotel kami paling susah dicari dibandingkan dengan hotel penumpang lainnya. Malam itu kami menginap di B&B hotel dengan harga 180Baht permalam untuk satu orang. Saya sengaja mengambil hotel itu karena kami akan tiba di Krabi pada saat malam hari. Jadi biar tidak terlalu rugi bayarnya.

Sampai di kamar, kami langsung menaruh tas dan segera keluar mencari paket perjalanan ke Phi-Phi Island untuk keesokan harinya. Waktu itu kami mendapatkan paket tour seharga 1100 Baht include dengan makan siang dan antar jemput ke hotel. 
Phi-Phi Island Tour Package
Kami menyempatkan jalan-jalan menikmati keheningan Krabi di malam hari. Tidak jauh dari hotel, ternyata ada icon dari Kota Krabi, yaitu crab / kepiting. Sayapun berfoto dengan icon tersebut. Malam itu kami juga berkunjung ke salah satu cafe hanya untuk sekedar minum dan memanfaatkan fasilitas Wifii yang tersedia.

With Mr. Crab

Total hari ketiga :
1. Sarapan 30 Baht
2. Aqua 6 Baht
3. Beli wafer di Sevel 10 Baht
4. Bus dari Khaosan Road ke Siam 15 Baht
5. Beli oleh-oleh di MBK 270 Baht
6. Kereta dari Siam ke Mochit 42 Baht
7. Bus dari Catuchak ke Don Mueang 30 Baht
8. Nasi kotak di Sevel 42 Baht
9. Beli aqua di Sevel 5 Baht
10. Bus dari Krabi Airport ke Hotel 90 Baht
11. B&B Hotel 180 Baht
12. Beli aqua di Sevel Krabi 7 Baht
13. Beli roti di Sevel Krabi 15 Baht
14. Beli Tamarine Juice di cafe 40 Baht
15. Phi-Phi Island tour 1100 Baht
      Total : 1882 Baht x 370 = Rp 696.340,00

Chapter 1 (Part5) : Hoping Island in Koh Phi-Phi